oleh

Apa Kabar Penyelidikan Dugaan Korupsi di Lingkup Dispora Makassar

Hingga memasuki 6 bulan, penyelidikan kasus dugaan korupsi kegiatan workshop, seminar, pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar (Dispora Makassar) tahun 2018 dikabarkan belum berjalan maksimal.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan penyelidikan belum berjalan karena pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Makassar.

“Sampai sekarang itu belum ada,” ucap Agus via telepon, Rabu 26 Agustus 2020.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI) Mastan mengatakan seharusnya APIP lebih proaktif dalam hal ini.

“Kan aneh saja sampai sekarang hasilnya belum keluar dari Inspektorat. Kegiatan yang diusut ini kan juga kegiatan tahun 2018 dan tentunya laporan hasil kegiatannya itu sudah melalui pemeriksaan Inspektorat dan itu wajib dilakukan setelah kegiatan. Jadi aneh juga kalau Inspektorat sebagai APIP berlama-lama dalam hal ini. Atau jangan-jangan ada kesan coba menghalang-halangi upaya penyelidikan kasus ini,” terang Mastan dimintai tanggapan via telepon, Kamis (27/8/2020).

Secara kelembagaan, kata Mastan, APAK mendesak penyidik Tipikor Polrestabes Makassar terus melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkup Dispora Makassar tersebut.

“Tidak usah menunggu APIP itu. Masa penyelidikan berhenti disitu kan ada BPKP yang bisa mengaudit kegiatan yang dimaksud. Apakah betul-betul kegiatan itu terlaksana dengan baik atau justru merugikan negara nantinya,” jelas Mastan.

Ia menduga ada kesan APIP sengaja mengulur-ulur waktu memberikan hasil investigasi pihaknya terhadap kegiatan yang tengah diusut oleh unit Tipikor Polrestabes Makassar tersebut.

“Kan bisa dicek di lapangan apakah semua kegiatan Dispora yang tengah diusut itu secara fisik ada atau terlaksana?. Kalau tidak ada kan jelas itu fiktif dan tentunya dinilai merugikan negara,” ungkap Mastan.

Ia juga berharap Polda Sulsel sebaiknya mengawasi atau lebih baik mengambil alih penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkup Dispora Makassar yang hingga saat ini berjalan mandek ditangani Polrestabes Makassar.

“Kemarin itu sudah ada statemen Dir Krimsus untuk meminta penjelasan Polrestabes kenapa kasus ini belum jalan. Dan kasusnya akan digelar di Polda. Ini sekarang bagaimana perkembangannya?,” kata Mastan.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berencana menurunkan tim ke Polrestabes Makassar guna mengecek perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar tahun anggaran 2018.

“Nanti kita cek sudah sejauh mana kasus itu ditangani,” kata Kombes Pol Augustinus Berlianto yang saat itu masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel.

Jika dari hasil pengecekan tim nantinya, kata dia, ditemukan betul penyelidikan kasusnya tak ada progres atau tidak berjalan, maka pihaknya akan menarik kasus tersebut untuk digelar di Polda Sulsel.

“Itu tentu akan kita gelarkan,” jelas Augustinus.

Diketahui, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Makassar diam-diam menyelidiki dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar.

Kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut diketahui menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota
Makassar Tahun Anggaran 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Asep Marsel Suherman kala itu membenarkan adanya penyelidikan terkait dugaan korupsi pada kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut.

“Benar Sat Reskrim Restabes Makassar sedang menyelidiki itu,” kata Asep via pesan singkat, Rabu 26 Februari 2020.

Meski demikian, ia belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait penyelidikan terhadap kegiatan yang diduga telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

“Masih lidik dan saat ini penanganannya masih dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP),” tutur Asep.

Pada tahun anggaran 2018, Dispora Makassar melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan pelatihan dasar bela negara bagi pemuda lorong senilai Rp300 juta, diskusi perubahan pola pikir pemuda anak lorong dalam menyambut Makassar menuju kota dunia senilai Rp200 juta dan pelatihan pengembangan karakter bagi pemuda senilai Rp250 juta.

Kemudian, ada juga kegiatan pelatihan pengembangan potensi minat dan bakat pemuda yang menelan anggaran sebesar Rp250 juta, peningkatan peran serta pemuda dalam pengembangan olahraga senilai Rp500 juta, pelatihan dan diskusi ilmiah tentang berbagai isu kepemudaan Rp500 juta.

Selanjutnya ada kegiatan perkampungan pemuda senilai Rp500 juta, kegiatan sosialisasi pemuda pelopor Makassar Tidak Rantasa (MTR) senilai Rp500 juta, seminar wawasan kebangsaan bagi mahasiswa dan pemuda senilai Rp300 juta, workshop peran serta pelajar dalam bergonanisasi senilai Rp225 juta serta pembinaan pelatihan kepeloporan mahasiswa senilai Rp300 juta. (Rd/Ek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed